Results for Olahraga

Sejarah Softball, Teknik Softball, Peralatan Softball

August 16, 2019
Softball: Sejarah, Teknik, Peralatan, Aturan dan Ukuran LapanganSoftball: Sejarah, Teknik, Peralatan, Aturan dan Ukuran Lapangan


Softball atau dalam bahasa lnggrisnya softball merupakan olahraga yang dimainkan secara berkelompok- yang terdiri atas 2 regu. Setiap regunya 9 pemain. Dalam permainan ini, setiap regu akan berkompetisi untuk mencetak angka (run) dengan memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir, yaitu home plate.

Softball: Sejarah, Teknik,  Peralatan,  Aturan dan Ukuran LapanganSoftball: Sejarah, Teknik,  Peralatan,  Aturan dan Ukuran Lapangan
Softball

a. Sejarah Softball

Softball merupakan olahraga permainan yang berasal dari Amerika Serikat. Di negeri asalnya, permainan ini telah digemari sejak tahun 1916. Pada awalnya,  olahraga yang diciptakan oleh George Hansock ini merupakan olahraga yang dilakukan di dalam ruangan. Namun sejak tahun 1930, olahraga ini dilakukam di lapangan terbuka yang dipelopori oleh H. Ficher dan M. Ponley. Sesuai dengan namanya, softball, olahraga ini dipandang sebagai olahraga ringan dan menyenangkan. Oleh karena itu, olahraga ini digemari berbagai kalangan. 

Olahraga softball mengalami perkembangan di Kanada. Dari negara inilah, softball menyebar ke berbagai negara di dunia. Peraturan permainan ini pun turut mengalami penyempurnaan, sehingga layak menjadi permainan yang dikompetisikan di seluruh dunia. 

Hingga tahun 1966, olahraga ini dipandang sebagai permainan yang dilakukan oleh perempuan saja. Sudut pandang ini berubah ketika dalam Asian Games Bangkok, permainan softball juga menarik dilakukan oleh laki-laki. Sejak saat itu, pertandingan softball di berbagai dunia terdiri dari dua kategori, yaitu putra dan putri. 

Di Indonesia, perkembangan permainan softball terjadi sejak masa penjajahan Belanda. Seperti dari negara asalnya di Indonesia, permainan ini pun pada awalnya hanya dimainkan oleh perempuan. Namun, dengan semakin maraknya kompetisi, olahraga ini pun dilakukan oleh laki-laki. 

Pada masa selanjutnya, dibentuklah organisasi Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (PERBASASI) yang mewadahi perkembangan olahraga ini di Indonesia. Pertandingan softball nasional pertama kali diselenggarakan tahun 1967 di Jakarta, sedangkan masuknya olahraga softball dalam Pekan Olahraga Nasional dimulai sejak PON VII di Surabaya. 

b. Teknik Dasar Softball

Softball dapat dikatakan mirip dengan permainan kasti. Sebagai olahraga yang dapat dilakukan oleh semua kalangan, berikut adalah teknik dasar permainannya. 

1. Teknik menangkap dan melempar bola Setiap pemain harus memiliki kemampuan menangkap dan melempar bola, yaitu lemparan ayunan atas, ayunan samping, lempar bawah, dan lemparan dengan lecutan. Untuk tangkapan yaitu menangkap bola bergulir di tanah, bola melambung, dan bola lurus. 
2. Teknik pemain pitcher 
Pemain pitcher adalah orang yang bertugas melambungkan bola. Peran seorang pitcher sangat penting karena bertugas dalam keadaan bertahan maupun menyerang. Selain ketangkasan, seorang pitcher harus memiliki kemampuan taktik dan strategi. 
3. Teknik pemain catcher 
Pemain catcher adalah pemain yang bertugas menangkap bola yang dilemparkan dan berada di posisi belakang. Seorang catcher pun memiliki peran yang penting dalam menangkap bola. Posisi yang dilakukan pemain catcher adalah berdiri dan jongkok. 
4. Teknik sliding 
Sliding merupakan teknik untuk mencapai base dengan cara meluncurkan tubuh atau badan.


Dengan teknik ini, pelari tidak boleh mengurangi kecepatan berlari dan bertujuan untuk mengurangi laju berlari ke arah base tanpa mengubah tempo Iari dari base ke base berikutnya, sehingga tepat berhenti di basenya. Sliding dapat dilakukan dengan posisi lurus, mengait, dan dengan menggunakan kepala terlebih dahulu. 

c. Peralatan dan Perlengkapan Softball

Softball merupakan permainan beregu yang membutuhkan banyak peralatan. Selain itu, permainan ini juga memiliki perlengkapan yang unik sebagai ciri khas olahraga ini. Berikut adalah beberapa peralatan dan perlengkapan dalam permainan softball.

Peralatan Softball

  • Bola, harus terbuat dari kulit dengan berat 190 gr. Bola yang digunakan berwarna putih dengan ukuran keliling 30 cm. 
  • Pemukul, terbuat dari alumunium dengan panjang 86,4 cm. 
  • Sarung tangan, digunakan oleh semua pemain dan terbuat dari kulit. Khusus untuk catcher, sarung yang digunakan tidak memiliki lubang jari-jari. 
  • Helm, digunakan untuk melindungi kepala dan wajah. 
  • Seragam, setiap regu diwajibkan            menggunakan seragam yang menunjukkan identitas regu. 

d. Sistem Peraturan 

  • Satu regu terdir atas 9 orang pemain.
  • Pergantian pemain harus sepengetahuan wasit. 
  • Penentuan regu pemukul dan penjaga dilakukan dengan pengundian koin. 
  • Permainan dilakukan dalam 7 inning dengan waktu minimal per inning adalah 30 menit. 

e. Ukuran dan Gambar Lapangan Softball


Bentuk lapangan softball adalah segi empat dengan panjang sisi 16,76 meter. Jarak lapangan dari posisi pelempar atau pitcher ke home base yaitu 13,07 meter. Luas arena pitcher adalah 60 x 15 cm.


Diagram lapangan softball terdiri atas dua daerah, yaitu daerah fair dan daerah foul. Daerah base berbentuk bujur sangkar dengan sisi 38 cm lebih tinggi dari permukaan tanah. Jarak lintasan antar-base ditentukan sesuai dengan kategori usia pemain. 

Aturan dan Ukuran LapanganSoftball: Sejarah, Teknik,  Peralatan,  Aturan dan Ukuran Lapangan

Sejarah Softball, Teknik Softball, Peralatan Softball Sejarah Softball, Teknik Softball,  Peralatan Softball Reviewed by Admin on August 16, 2019 Rating: 5

Angkat Besi: Sejarah, Teknik, Peralatan dan Aturan

August 16, 2019
Angkat Besi: Sejarah, Teknik, Peralatan dan Aturan


Satu lagi olahraga yang mengutamakan kekuatan otot dan fisik adalah angkat besi. Dalam olahraga ini, para atlet berkompetisi untuk mengangkat beban/barel dengan berat yang telah ditentukan.

Selain kekuatan fisik, olahraga angkat besi juga menuntut kemampuan berkonsentrasi, disiplin, fleksibilitas, dan mental yang baik. 

a. Sejarah  Angkat Besi

Angkat besi adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Menurut catatan sejarah, angkat besi merupakan salah satu pertunjukan sirkus dan bukan pertandingan olahraga. Pada abad ke-19, angkat besi mulai dikenal dan salah seorang pengangkat besi yang terkenal waktu itu adalah E. Sandow dan Arthur Saxon dari Jerman, serta Louis Appolon dari Perancis. 

Pada 1891, angkat besi pertama kali dipertandingkan di kejuaraan angkat besi di London. Dari situlah, orang-orang mulai menganggap angkat besi sebagai olahraga. Angkat besi adalah olahraga yang tercatat sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade 1 Athena tahun 1896. Pada dua Olimpiade berikutnya, yaitu di Paris pada 1900 dan di St Louis pada 1904, olahraga angkat besi dipertandingkan. 

Akan tetapi, setelah itu olahraga angkat besi tidak dipertandingkan sampai Olimpiade di Antwerpen, Belgia, tahun 1920. Negara Mesir, Perancis, dan Jerman selalu menjuarai pertandingan angkat besi tersebut, menyusul Amerika Serikat yang ikut menjuarai pertandingan angkat besi. 

Namun sejak tahun 1953, setelah Perang Dunia, Bulgaria dan Uni Soviet muncul menjadi pemenangnya.

Kemudian, hanya pada Olimpiade tahun 1984, dua negara itu tidak ada karena hampir semua negara komunis memboikot Olimpiade tersebut. Olahraga angkat besi pada awalnya hanya diperuntukkan kaum putra saja. Tetapi pada Olimpiade Sydney 2000, angkat besi putri mulai ikut serta. 

b. Teknik Dasar  Angkat Besi

Olahraga angkat besi sama seperti olahraga lainnya yang membutuhkan teknik-teknik dasar untuk melakukannya. Pada angkat besi ini pengangkat besi atau lifter dituntut untuk mengombinasikan tenaga, kecepatan, teknik, konsentrasi, dan waktu yang tepat. 

Dalam angkat besi, ada teknik dasar pegangan dan langkah kaki, yaitu hooking dan tekan keluar. Hooking adalah teknik pegangan dengan praktik sendi terakhir jari jempol ditutupi dengan jari-jari lain di tangan yang sama. 

Untuk teknik tekan ke luar adalah teknik melangkah ilegal seorang lifter ketika akan memegang bar di atas kepalanya. Posisi siku ditekuk dan menekan keluar untuk meluruskan posisi tubuh. 

Selain itu, dalam angkat besi yang sering dilombakan ada dua jenis angkatan, yaitu clean and jerk dan snatch. Pada clean and jerk, atlet mengangkat beban tanpa jeda dengan mengangkat beban dari lantai langsung ke atas dengan posisi tangan lurus ke atas dan posisi lutut tidak boleh menekuk. Sehingga, ada pada posisi berdiri sempurna sampai beberapa detik. 

Pada snatch, atlet mengangkat beban dengan dua tahap. Tahap pertama, mengangkat beban dari lantai sampai dada pada posisi jongkok dan diam sebentar untuk mengambil ancang-ancang. Tahap kedua, beban diangkat sampai atas kepala dengan posisi kedua tangan lurus dan diam beberapa detik pada posisi berdiri sempurna. 

c. Peralatan dan Perlengkapan Angkat Besi

Peralatan dan perlengkapan olahraga angkat besi yang paling utama adalah barbel. Barbel atau beban yang diangkat oleh para atlet beratnya bermacam-macam, sesuai dengan kelas yang dipertandingkan. Barbel sendiri terdiri atas sebuah bar baja dan cakram yang berlapis karet dengan berat berbeda-beda yang diikatkan ke atas barbel.

Berat barbel akan ditambahkan setiap satu kilo secara bertahap. Cakram berbentuk lempengan bulat yang mempunyai berat 0,5 kg 25 kg. Pada masing-masing ujung barbel, ada yang disebut collar, yaitu komponen logam yang mengelilingi bar dan berfungsi mengamankan beban agar diam dengan berat 2,5 kg.

Peralatan angkat besi


Untuk pakaiannya, atlet angkat besi memakai pakaian yang umumnya terbuat dari bahan kaos dengan pakaian yang ketat atau press body. Untuk atlet putri, biasanya memakai kaos lagi yang berbentuk rompi sebagai luaran. Kemudian, ada ikat pinggang yang tebal di bagian belakang dengan lebar maksimal 120 mm. Tujuan dari sabuk ini adalah untuk menjaga atlet agar tidak cedera. 

Sepatu yang dipakai dalam olahraga angkat besi adalah sepatu yang dirancang khusus untuk menunjang para atlet dengan memiliki alas yang tidak licin. 

Kemudian, ada pembalut tangan atau bandages yang biasa digunakan para atlet angkat besi untuk pergelangan tangan atau lutut yang berbahan elastis. Terkadang, ada yang memakai sarung tangan agar memperkuat cengkraman pada bar. 

d. Sistem Peraturan Angkat Besi

Para atlet angkat besi dalam pertandingan melakukan dua macam angkatan, yaitu clean andjerk dan snatch, dengan diberi kesempatan tiga kali di setiap angkatan. Atlet yang melakukan angkatan terbaik, akan jadi pemenangnya. Kelas yang dipertandingkan antara putra dan putri berbeda.

Arena angkat besi

Untuk putra, kelas yang dipertandingkan adalah 56 kg, 62 kg, 69 kg, 77 kg, 85 kg, 94 kg, 105 kg, dan +105 kg. Untuk putri, kelas yang dipertandingkan adalah 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 75 kg, dan +75 kg. 

Ada peraturan wasit dengan menggunakan light system, yaitu ketiga wasit yang memberikan keputusan apakah atlet mengangkat dengan benar atau salah.

Apabila wasit melihat angkatan atlet benar, wasit akan menekan tombol putih. Tapi apabila angkatan atlet salah atau ada yang keliru, wasit akan menekan tombol merah. 

Angkat Besi: Sejarah, Teknik, Peralatan dan Aturan Angkat Besi: Sejarah, Teknik, Peralatan dan Aturan Reviewed by Admin on August 16, 2019 Rating: 5

Olahraga Selam: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan

August 16, 2019



Olahraga selam saat ini lebih dikenal dengan sebutan olahraga menyelam atau diving. Olahraga renang yang satu ini sama dengan kegiatan renang pada umumnya, dilakukan di dalam air dan umumnya dilakukan di dalam perairan dalam (laut). Kegiatan ini dianggap lebih menyenangkan karena sifatnya berpetualang. Dalam petualangan banyak ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan dan menyenangkan. Biasanya, kegiatan menyelam ini dilakukan oleh para ahli kelautan untuk meneliti kondisi laut dan makhluk hidup yang terdapat di dalamnya. 

Olahraga Selam: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan
Olahraga Selam

Salah satu pemandangan laut yang terkenal dengan kecantikan alam bawah lautnya adalah Bunaken yang terletak di Lombok. Alam birunya yang masih alami dan jauh dari tangan jahil manusia, membuat para turis sering mengunjunginya, baik untuk berlibur maupun menyelam. Ditambah dengan flora dan faunanya yang cantik menjadi ciri khas cantiknya alam bawah laut ini. 

a. Sejarah 

Cabang olahraga ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, di mana masyarakat melakukan aktivitas ini sebagai salah satu cara mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mata pencaharian mereka adalah mencari hasil alam laut, seperti mutiara dan kerang laut. Ternyata tidak hanya masyarakat biasa saja yang melakukan aktivitas menyelam ini. Para militer atau tentara menggunakan aktivitas menyelam sebagai upaya mereka untuk menyelidiki musuh yang berada dalam laut. Misalnya, misi untuk menghancurkan dengan cara menenggelamkan kapal laut musuh. Untuk misi ini dapat ditempuh dengan cara memotong rantai pada jangkar dan membuang lubang pada lambung kapal. Sehingga, kapal kemasukan air dan akhirnya tenggelam. 

Berbeda dengan sejarah yang terdapat di Bangsa Yunani. Menyelam digunakan sebagai aktivitas untuk mencari harta karun yang tenggelam. Sejarah ini terjadi saat raja Persia bernama Xerxes yang memerintahkan seorang penyelam untuk mengambil harta karun yang tenggelam di dasar laut. Para penyelam saat itu sudah menjadi profesi yang sangat terorganisir pekerjaannya. Bahkan, sebagian dari mereka sudah diatur mengenai pembayarannya oleh hukum. 

Jumlah nominal yang dibayarkan bagi penyelam tergantung dari kedalaman laut yang harus mereka selami. Peraturannya adalah jika kedalaman penyelaman mereka mencapai 24kaki, maka penyelam tersebutakan dibayar sejumlah nominal barang yang dicari. Jika penyelam hanya melakukan penyelaman pada kedalaman 12 kaki, maka ia akan mendapatkan 1/3 hasil pencariannya, dan penyelam akan mendapat 1/10 dari hasil pencariannya jika menyelam hingga kedalaman 3 kaki. 

Kemunculan diving atau menyelam di Indonesia adalah melalui aktivitas militer atau tentara perang saat mereka menghadapi Perang Dunia ll. Saat itu, tentara Indonesia memiliki sebuah Komando Pasukan Katak dengan kegiatan pelatihannya adalah menyelam. Tujuannya tidak berbeda jauh dengan tujuan tentara angkatan laut pada zaman dahulu, yaitu untuk mengintai keberadaan dan menghancurkan musuh yang berada di perairan. 

Hingga pada akhirnya, memasuki tahun 1980-an diving di Indonesia memasuki lahan olahraga dan komersial, termasuk untuk bidang ilmu pengetahuan, khususnya mengenai kelautan. Perairan Indonesia yang cantik mampu menjadikan diving sebagai lahan rekreasi dan menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi negara karena mampu menarik perhatian para turis asing untuk menyelam. Perkembangan ini semakin didukung dengan didirikannya sebuah klub selam. Salah satunya adalah POPAL yang memiliki nama kepanjangan Persatuan Olahraga Perairan Angkatan Laut. Kehadiran klub ini membuat semarak dunia menyelam yang diikuti oleh banyaknya situs menyelam yang bermunculan. 

Situs-situs menyelam ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi pihak pariwisata daerah setempat yang mengelola alam lautnya, sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan. POSSI pun didirikan sebagai tempat bernaungnya para penyelam Indonesia. Popularitas menyelam di Indonesia semakin meningkat dengan hadirnya klub-klub selam yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dalam dunia selam. Tidak hanya di klub, menyelam pun kini hadir di perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi olahraga. 

b.  Teknik dasar

Olahraga menyelam ini memang termasuk olahraga yang sangat menyenangkan. Walaupun sama dengan cabang olahraga air lainnya yang membutuhkan ketahanan fisik, akan tetapi olahraga ini lebih menarik karena bersifat menjelajah. Sehingga, perasaan lelah pun tidak terlalu terasa. Akan tetapi, karena tempat yang digunakan untuk olahraga ini. 


adalah alam laut lepas dan bebas, maka penyelam harus mementingkan keselamatan diri, karena bukan tidak mungkin bahaya menanti di kedalaman laut biru. Salah satunya adalah dengan memerhatikan dan mengikuti arahan pelatih atau petugas. 

Cabang olahraga menyelam memang bukan olahraga yang mudah dilakukan seperti olahraga renang pada umumnya. Bagi pemula tidak diperbolehkan untuk mereka melakukan penyelaman tanpa belajar terlebih dahulu. Saat ini sudah banyak kursus atau klub selam yang mampu memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk mencoba sensasi olahraga ini. Keuntungan lainnya, penyelam akan diberikan sertifikat tanda bahwa penyelam sudah siap dan mampu ikut serta dalam kegiatan penyelaman di laut.

Tidak perlu khawatir untuk belajar selam di tempat pelatihan atau kursus bagi pemula, karena arena yang digunakan adalah kolam renang yang dimodifikasi seperti laut dan kedalamannya hanya mencapai 5 meter. Seorang penyelam tidak hanya sehat paru-paru dan tekanan darahnya, THT juga sehat. Akan tetapi, perlu juga memiliki kemampuan berenang yang baik. 

Jika penyelam sudah menyelesaikan tahap pembelajaran bagi pemula, maka penyelam sudah diperbolehkan untuk mencoba diving di laut dengan didampingi petugas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik bagi penyelam pemula maupun penyelam ahli, adalah tidak menyelam di perairan yang berarus deras karena akan membahayakan jiwa dan keselamatan penyelam. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah penyelam harus menghentikan penyelaman jika terdengar suara petir, karena air adalah penghantar listrik, sehingga ini juga tidak kalah membahayakan. 

Jangan mudah terpukau dengan keindahan hewan dan tumbuhan laut dan menyentuh mereka sekalipun cantik tidak jarang mereka akan menimbulkan masalah. Salah satunya adalah bulu babi, jika penyelam tidak tahu cara memegangnya makan akan berakibat rasa sakit kemudian diikuti dengan demam. Dan pada saat penyelam hendak mengakhiri penyelaman, perhatikan sekitar atas atau permukaan air. Pastikan tidak ada perahu atau jet ski yang sedang melintas, karena akan membahayakan kepala penyelam. 

Saat diving sudah menjadi aktivitas rutin, khususnya bagi atlet diving, adalah dengan menjaga kesehatan tubuh bagi luar dan dalam. Pada tubuh bagian luar, terutama kulit, penyelam wajib menjaga kesehatan kulit dengan menggunakan lotion yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan air laut yang tidak jarang membuat alergi pada kulit. Sementara bagi tubuh bagian dalam adalah dengan rajin dan perbanyak minum air putih karena ini akan menghindarkan dari dehidrasi. 

c. Peralatan dan Perlengkapan 

Olahraga diving ini berbeda dengan olahraga snorkling, di mana olahraga ini membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang tidak sedikit dan tidak murah. Akan tetapi, penyelam masih dapat menikmati keindahan laut dengan meminjam pada rental alat selam yang terdapat di setiap area penyelaman. Alat yang digunakan pun dibagi menjadi dua, yaitu peralatan yang digunakan untuk penyelam pemula dan penyelam lanjutan (ahli). 

Berikut daftar peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan olahraga diving atau menyelam. 

d. Sistem Peraturan 

Kompetisi atau kejuaraan cabang olahraga selam terdiri atas tiga kategori, di antaranya statis, dinamis, dan kedalaman. Kompetisi di kelas statis biasanya dilangsungkan di sebuah kolam renang dengan kedalaman tertentu. Kelas dinamis pun masih dilangsungkan di kolam renang dengan atau tanpa sirip. Sementara untuk kelas kedalaman terdapat empat nomor, yaitu kompetisi berat konstan, kompetisifree immersion, kompetisi variable weight, dan kompetisi no limits. Pada kelas no limits, penyelam diperbolehkan melakukan penyelaman sedalam-dalamnya. 

e. Ukuran dan Gambar Kolam 

Olahraga diving dapat dilakukan di dua tempat, kolam renang dengan kedalaman tertentu dan laut dalam. Untuk kolam renang. kedalaman 5 meter sudah cukup sesuai untuk digunakan. Sementara di dalam laut, penyelam perlu memerhatikan beberapa hal. Salah satunya pada saat diving harus ditemani oleh seorang petugas yang mengetahui keadaan atau kondisi laut yang sedang diselami. Berikut beberapa gambar mengenai olahraga diving, baik bagi pemula yang dilakukan di dalam kolam renang dan di dalam laut yang dalam. 



Sebagai informasi tambahan, terdapat wahana alam biru yang dimodifikasi sebagai laut modern bernama Nemo 33. Wahana penyelaman ini memiliki konsep yang unik, berbeda dengan alam bawah laut yang berlatar belakang laut biru yang dalam. Nemo 33 menawarkan sensasi berbeda, yaitu gedung yang diisi penuh oleh air. Sekilas tampak seperti gedung yang sedang tenggelam, sehingga seluruh ruangan terisi penuh dengan air. 


Kolam bawah laut modern ini terdapat di Negara Belgia yang dirancang khusus oleh Jhon Beernaerts. Tujuannya merancang dan membangun kolam bawah laut modern ini adalah untuk memuaskan sensasi menyelam dengan kedalaman sekitar 34.5 meter. Selain memanjakan hobi para penyelam, kolam ini juga sering digunakan untuk produksi film dan sarana penelitian. Para penyelam juga tidak perlu khawatir akan suhu di dalam ruangan kolam tersebut karena kolam ini sudah dilengkapi dengan panel surya yang mampu menjaga suhu di dalam air pada 30 derajat celcius. 

Semoga tulisan ini bermanfaat terima kasih
Olahraga Selam: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan Olahraga Selam: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan Reviewed by Admin on August 16, 2019 Rating: 5

Sejarah Selancar serta Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapanya

August 15, 2019

Sejarah Selancar, Teknik Dasar , Peralatan Dan Perlengkapan

Sejarah Selancar , Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan

Sejarah Selancar , Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan- Cabang olahraga selancar adalah olahraga air yang dilakukan pada permukaan air laut, tepatnya pada saat ombak yang tinggi muncul.
Olahraga yang dilakukan dengan menggunakan papan seluncur ini menjadi olahraga favorit masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai. Aktivitas ini juga dapat menarik minat para turis untuk beratraksi dengan papan seluncurnya.

a. Sejarah Selancar

Olahraga selancar bermula pada abad ke 20 yang dibawa oleh orang Amerika dan Australia. Kedua negara ini mendominasi kegiatan selancar dengan mendirikan perkumpulan selancar yang didirikan di beberapa pesisir pantai. Olahraga ini berkembang dengan sangat baik dan pesat.

Tidak hanya sebagai olahraga yang menyehatkan, kini selancar menjadi sebuah gaya hidup yang melahirkan kreativitas, seperti produk olahraga, fashion, dan musik, serta majalah-majalah yang khususnya bertemakan olahraga air. Olahraga ini digemari oleh semua kalangan, terutama kalangan remaja dan menjadikannya sebuah olahraga air yang sangat menantang dan memacu adrenalin. 

b. Teknik Dasar Selancar

Mempelajari teknik dasar selancar bukanlah hal yang rumit untuk dilakukan, selama tekad dan niat yang bulat, juga ketekunan dalam berlatih. Pelatihan selancar saat ini mudah untuk didapatkan. Sebagian besar terdapat di daerah pesisir pantai yang ramai, tepat pada tempat wisata pantai dengan ombak yang cukup baik untuk seorang pemula belajar.

Sejarah Selancar , Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan

Tahapan awal mempelajari teknik dasar selancar adalah dengan berlatih simulasi di darat dengan menggunakan papan selancar sebagai alasnya. Walaupun belum seperti selancar sungguhan, akan tetapi cara ini cukup baik dilakukan agar peselancar pemula mampu mengerti dan memahami sikap yang perlu dilakukan pada saat berselancar.

Sejarah Selancar , Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan

Tahapan dasar yang dilakukan adalah berbaring di atas papan dengan posisi badan telungkup. Kemudian, perlahan berdiri dengan posisi kaki sedikit ditekuk. Posisi ini seperti sedang berusaha untuk menyeimbangkan badan. Jika sudah cukup behasil dalam simulasi, maka dapat dilanjutkan di atas permukaan air pantai. 

c. Peralatan dan Perlengkapan Selancar

Untuk melakukan olahraga selancar, perlu dipersiapkan beberapa peralatan dan perlengkapannya. Peselancar membutuhkan sebilah papan selancar dengan bahan yang berkualitas dan tidak mudah rapuh. Hal ini sangat penting dikarenakan peselancar akan menghadapi gelombang dan hantaman ombak yang sangat keras.

Sejarah Selancar , Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapan

Selain papan selancar, juga dibutuhkan seutas tali yang menempel kuat pada papan dan kemudian diikatkan pada salah satu kaki. Hal ini bertujuan agar pada saat peselancar terlepas atau terjatuh dari papan, selancar tidak akan terbawa hanyut ombak.

Peselancar juga diharuskan menggunakan pakaian khusus selancar, terutama untuk peselancar putri. Penggunaan pakaian khusus selancar adalah untuk memudahkan mobilitas gerak badan peselancar pada saat melakukan manuver di atas ombak. Akan tetapi, tidak sedikit peselancar putra memilih untuk tanpa mengenakan pakaian.

Sementara untuk ombaknya sendiri disesuaikan dengan level peselancar, jika terbilang pemula, maka hanya boleh berlatih di pantai dengan kondisi ombak bergelombang kecil. 

d. Ukuran Papan Selancar

Berikut beberapa jenis ukuran papan selancar yang digunakan dengan di sesuaikan pada kondisi ombak yang akan dihadapi. Papan dengan sebutan nama Fish adalah papan yang digunakan pada ombak yang kecil dengan ukuran 5-6 kaki, Egg untuk ombak yang kecil dengan ukuran papan 6 8 kaki, Malibu Longboard digunakan pada ombak menengah dan bertenaga kuat dengan ukuran papan 9 kaki, sedangkan Guns adalah papan yang digunakan pada ombak yang besar dan bertenaga kuat. Ukuran papan Guns ini mencapai 12 kaki. 


Sejarah Selancar serta Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapanya Sejarah Selancar serta Teknik Dasar, Peralatan Dan Perlengkapanya Reviewed by Admin on August 15, 2019 Rating: 5

Olahraga Bowling: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan

August 13, 2019

Olahraga Bowling: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan




Bowling termasuk salah satu jenis olahraga permainan yang dilakukan dengan menggelindingkan bola bowling menuju lintasan lurus untuk menjatuhkan pin sebanyak mungkin. 

Jumlah pin yang dipasang ada sepuluh buah dan sudah disusun hingga membentuk segitiga, apabila dilihat dari atas.


a. Sejarah 

Olahraga bowling adalah salah satu olahraga tua karena sudah dikenal sekitar tujuh ribu tahun yang lalu dengan bukti ditemukannya lukisan di dalam kuburan-kuburan tua Mesir Kuno. Selain itu, bowling juga sudah ada pada zaman Romawi, Phuncia, dan Kasthago. Tapi, belum ada bukti yang tersedia. Namun, rakyat di daerah Alpine, ltalia, sering memainkan sebuah permainan sejenis bowling bernama bocce pada masa kekuasaan Julius Caesar. 

Kemudian abad ke-14, di Inggris, bowling mulai dikenal. Tapi sayangnya, mendapat tentangan dari Raja Edward lII dengan mengeluarkan undang-undang untuk menghentikan bowling. Pada 1455, bowling mulai dimainkan di gelanggang beratap, yang semula dimainkan di lapangan. 

Permainan bowling ini semakain berkembang di lrlandia, Skotlandia, dan Amerika Serikat sekitar tahun1600-an yang dibawa oleh orang Belanda. Pada 1895, dibentuk organisasi bowling di Amerika bernama American Boeling Congress. Mulailah permainan ini menyebar ke Benua Eropa dan tahun 1960-an masuk ke Asia, seperti Jepang, Filipina, Muangtai, Singapura, dan Indonesia tahun 1970.


b. Teknik Dasar 

Dalam olahraga bowling, ada teknik-teknik dasar yang harus dikuasai. Untuk stright ball atau bola lurus harus memerhatikan posisi jempol ketika memegang bola. Posisi berdiri untuk ancang-ancang, biasa saja dengan mengatur bahu sama tinggi. Pusatkan berat badan di kaki kiri untuk menyeimbangi berat bola. Ketika melangkah, tumit kiri usahakan jatuh lebih dahulu. 

Sementara posisi bola berada di pinggang atau setinggi bahu, yang membedakannya adalah kecepatan ayunan. Posisi bola di pinggang disebut oush away, yaitu langkah pertama bersamaan dengan mendorong bola ke depan. Posisi bola di atas bahu disebut drop away, yaitu setelah langkah pertama bola segera dijatuhkan ke bawah. 

Perlu diingat bahwa ketika mengayunkan bola, tidak menggunakan tenaga, tapi ikuti gaya gravitasi. Sebab bila menggunakan tenaga, ayunan yang dihasilkan tidak konsisten, baik kecepatan bola atau arah bola. 

Tenik dasar melangkah pada olahraga bowling terbagi menjadi 4. 
Antara lain sebagai Berkut: 

  1. Langkah pertama harus dilakukan bersamaan dengan mendorong bola ke depan, jaraknya 2 cm 10 cm depan kaki dan biarkan bola turun dengan ayunan mengikuti gravitasi bumi.
  2. Langkah kedua dibarengi tepat ketika bola terletak di titik gravitasi terendah.
  3. Langkah yang ketiga tepat ketika back swing berada di puncak. 
  4. Langkah terakhir ketika bola dilepas dari tangan atau release dengan membiarkan ayunan tangan sampai sisi kuping dan jangan berhenti mendadak ketika bola Iepas dari tangan, tapi harus meneruskan ayunan sampai telapak tangan memegang kuping. 

c. Peralatan dan Perlengkapan 

Dalam permainan bowling, pemain harus memakai sepatu khusus yang di bagian bawahnya ada pelapis sol kulit. Hal ini agar ketika melangkah untuk melempar bola, tidak licin. Kemudian, untuk bola bowling yang dilemparkan membidik pin-pin mempunyai ukuran berat yang berbeda-beda. Bola bowling memiliki nomor 8-16 dengan berat 8-16 pon atau 3,6 kg-7,2 kg. Pada

Peralatan Bowling


bola bowling, terdapat tiga lubang untuk meletakkan jari-jari, yaitu jari jempol, jari tengah, dan jari manis. Untuk area permainan bowling ini mempunyai panjang 60 feet atau 18,28 meter. 

d. Sistem Peraturan 

Sistem peraturan dalam olahraga bowling adalah pemain mendapatkan 10 frame pada setiap game. Setiap frame mendapatkan kesempatan main dua kali. Pada setiap permainan, pemain harus sebanyak-banyaknya menjatuhkan pin. Pemain yang berhasil menjatuhkan semua pin pada kesempatan pertama disebut strike. 

Akan tetapi, jika kesempatan pertama tidak berhasil menjatuhkan semua pin, maka ada kesempatan kedua untuk menjatuhkan pin yang tersisa. Pemain yang berhasil menjatuhkan semua pin pada kesempatan kedua disebut spare. Apabila pada kesempatan kedua masih ada pin yang tidak jatuh disebut open frame (missed) yang dapat memengaruhi perhitungan angka di dalam setiap game-nya. 

Setelah itu,pin akan disusun kembali seperti semula untuk frame selanjutnya. Setiap pemain memiliki kesempatan dua kali lemparan. Untuk pemain pada frame ke-10 (final frame) mendapatkan spare, maka pemain mendapatkan bonus melempar bola untuk mendapatkan nilai tambahan. Apabila pemain melakukan strike tiga kali berturut-turut disebut turkey. 

Pada setiap game, skor tertinggi adalah 300 yang disebut sebagai perfect game. Untuk setiap frame akan mendapatkan tambahan angka dari dua lemparan selanjutnya, sedangkan pada spare hanya mendapatkan tambahan angka satu untuk lemparan selanjutnya.


e. Ukuran dan Gambar Lapangan 

Untuk area yang digunakan bermain bowling disebut sebagai bowling line yang terbuat dari papan kayu yang sudah diberi semacam was agar licin dengan panjang lintasan 60 feet atau 18,28 meter. Di atas line, sekitar 15 feet dari tempat melempar, ada panah petunjuk untuk mengarahkan bola yang akan digelindingkan sesuai keinginan. Di sebelah kanan line, ada gutters yang posisinya lebih rendah dari line seperti got. 

Itulah penjelasan mengenai olahraga bowling, semoga Tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. Terima Kasih

Olahraga Bowling: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan



Olahraga Bowling: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan Olahraga Bowling: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan  Peraturan Reviewed by Admin on August 13, 2019 Rating: 5

Tarung Derajat: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan

August 13, 2019

Tarung Derajat: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan





Tulisan ini Alan membahas tentang Tarung  Derajat, mulai Dari sejarah, teknik Dasar, peralatan, peraturan Dan lapangan away arena. 

Tarung derajat merupakan cabang olahraga seni beladiri yang berasal dari Indonesia. Olahraga ini diciptakan oleh Achmad Dradjat, yang kini terkenal dengan sebutan Aa Boxer.

                                   Tarung Derajat: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan
                   Tarung Derajat

a. Sejarah

Bela diri tarung derajat berhasil diciptakan berdasarkan pengalaman penciptanya bertarung di jalanan, tepatnya di kawasan Bandung. Olahraga ini kini tidak hanya sebagai seni bela diri yang hanya dapat dilakukan sekumpulan orang saja. 

Akan tetapi, kini sudah masuk dalam daftar cabang olahraga nasional, di mana dipertandingkan di kejuaraan nasional. seperti PON (Pekan Olahraga Nasional). Tarung derajat juga diperkenalkan di ajang olahraga tingkat Asia, seperti SEA Games. 



Olahraga seni beladiri ini menekankan pada agresivitas gerakan menyerang, seperti teknik memukul dan menendang. Selain dari kedua teknik tersebut, juga terdapat teknik lainnya, seperti mengunci, membanting, dan sapuan kaki. Pelaku olahraga tarung derajat ini disebut petarung, sedangkan tarung derajatnya sendiri dikenal dengan nama boxer. 

b. Teknik Dasar 

Seperti halnya cabang olahraga lainnya, sebelum berlatih perlu diawali dengan gerakan pemanasan dan peregangan. Hal ini bertujuan menyiapkan badan, sehingga siap menerima pelatihan dan tidak akan kaku pada saat melakukan teknik gerakan. 

Teknik dasar gerakan yang dilatih di antaranya adalah sikap dasar, teknik dasar gerakan tangan (siaga di tempat), teknik dasar gerakan tangan (siaga silang), teknik dasar gerakan kaki (menendang), dan teknik gerak langkah dasar. 

c. Peralatan dan Perlengkapan 

Peralatan pada olahraga tarung derajat dibedakan menjadi dua, yaitu peralatan petarung putra dan petarung putri. Peralatan yang dibutuhkan petarung putra adalah pelindung selangkangan, pelindung gigi, pelindung badan, pelindung kepala, dan pelindung kepala. 

Sementara peralatan yang dibutuhkan petarung putri adalah pelindung kepala, pelindung badan, pelindung gigi, pelindung selangkangan, dan pelindung bagian tangan. Petarung yang tidak melengkapi peralatannya akan mendapatkan peringatan dari hakim pertandingan dan dapat berakibat sangat fatal, yaitu dinyatakan kalah. 

d. Sistem Peraturan 

Dalam pertandingan tarung derajat, terdapat beberapa ketentuan tentang kemenangan yang diperoleh petarung dalam garis besar, di antaranya menang angka, menang karena lawan mengundurkan diri, menang karena wasit menghentikan pertarungan, menang karena lawan didiskualifikasi, dan menang karena roboh. 

Sistem penilaian tarung derajat memiliki beberapa ketentuan bagi nomor tarung bebas putra, di antaranya serangan dengan menggunakan kaki ke arah muka atau kepala diberikan nilai 3, serangan kaki ke arah badan diberikan nilai 2, serangan dengan kaki hingga lawan roboh diberikan nilai 4. 

Penilaian yang diberikan untuk serangan dengan menggunakan tangan yang diarahkan ke kepala akan diberikan nilai 2, serangan tangan ke arah badan akan diberikan nilai 1, dan serangan dengan menggunakan tangan yang diarahkan pada lawan hingga roboh akan diberikan nilai 3. Penilaian khusus akan diberikan pada agresivitas dan sportivitas yang tinggi. 

e. Ukuran dan Gambar Arena 

Pertandingan tarung derajat dilakukan di atas sebuah matras yang terbuat dari karet dengan ketebalan 1,5 cm, berukuran panjang 12 meter, dan lebar 12 meter. Pada bagian tengah matras digunakan tempat bertarung, yaitu berukuran 8 meter x 8 meter. Arena juga dikelilingi lapisan kedua dengan ukuran 10 meter x 10 meter dan lapisan ketiga berukuran 12 meter x 12 meter. 
Tarung Derajat: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan Tarung Derajat: Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan Dan Peraturan Reviewed by Admin on August 13, 2019 Rating: 5

Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Peralatan Dan Sistem Peraturan

August 13, 2019

Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Peralatan Dan Sistem Peraturan




Pencak silat merupakan cabang olahraga yang menggabungkan ilmu bela diri dan seni, serta membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Olahraga ini juga merupakan warisan budaya bangsa yang kini sudah berkembang hingga ke kancah mancanegara.

Pencak silat ini lahir sebagai cara melindungi diri dari ancaman hal apapun yang berbahaya, terutama pada masa nenek moyang yang sebagian besar hidup di alam bebas.

Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Peralatan Dan Sistem Peraturan
Pencak Silat

a. Sejarah Pencak Silat

Tidak hanya di Indonesia, pencak silat pun disebut lahir dan berkembang di rumpun Melayu dan beberapa negara Asia lainnya. Masing-masing memiliki nama sebutan sebagai ciri khas. Misalnya di Negara Singapura, pencak silat dikenal dengan nama cekak, Fililpina terkenal dengan nama pasilat, dan pencak silat Malaysia dikenal dengan nama gayong. 

Tidak ada yang tahu persis kapan tepatnya pencak Silat lahir. Lalu, bagaimana pencak silat ini berkembang? Olahraga bela diri ini berkembang melalui informasi mulut ke mulut. Silat disebarkan melalui kisah atau legenda masyarakat daerah. Contohnya, di daerah Minangkabau yang disebut dengan nama silek. 

Silek ini diciptakan pada abad ke-11 oleh seorang datuk bernama Datuk Suri Diraja. Lalu,silek ini dibawa ke seluruh negara yang berada di Asia Tenggara. Silat ini juga diadaptasi oleh banyak film Indonesia, terutama film-film yang bertemakan cerita kolosal. 

Olahraga pencak silat perlu dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu, perlu didirikan organisasi untuk mewadahi kegiatan ini. Maka pada tanggal 18 Mei 1948, didirikan lPSI atau lkatan Pencak Silat Indonesia dan tercatat sebagai organisasi cabang olahraga pencak silat yang paling tua. Pada tahun 1980, tepat pada tanggal 11 Maret, dibentuk pula sebuah perkumpulan silat yang dinamakan Persilat atau Persatuan Pencak Silat Antarbangsa. Persatuan ini didirikan oleh empat negara bertetangga, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusaalam. 

Perkembangan yang maju pesat ini mengantarkan pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang olahraga internasional, seperti SEA Games. Ketenarannya tidak hanya di lingkup Asia saja, melainkan negara lainnya di Eropa sudah banyak menjadikan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga bela diri di negaranya, seperti Australia, Jerman, Amerika, dan Belanda. 

b. Teknik Dasar Pencak Silat

Dalam pencak Silat, teknik dasar yang dipelajari terbagi atas beberapa sikap, yaitu sikap kuda-kuda, sikap kangkang, dan sikap berdiri tegak. Terdapat enam kuda-kuda dalam pencak silat, di antaranya adalah kuda-kuda depan, kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang depan, dan kuda-kuda silang belakang.

Pencak Silat

Terdapat empat sikap pasang dalam pencak silat yang dapat dipelajari sebagai bagian dari teknik dasarnya, di antaranya adalah sikap pasang satu, dua, tiga, dan empat. Sikap pasang ini lebih menekankan pada sikap berdiri tegak. Selain sikap pasang. dalam pencak silat juga terdapat teknik dasar pola langkah, yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig-zag, pola langkah ladam atau huruf U, pola langkah segitiga, pola langkah huruf 5, dan pola langkah segi empat. 

Teknik dasar pukulan dalam pencak silat pun terdiri dari pukulan lurus, pukulan bandul, pukulan tegak, dan pukulan melingkar. Teknik dasar menendang yang dapat dipelajari adalah tendangan lurus ke depan, tendangan melingkar, dan tendangan huruf T. Sementara teknis menangkis serangan lawan juga terdiri dari tangkisan bawah, tangkisan atas, tangkisan dalam, dan tangkisan luar. 

c. Peralatan dan Perlengkapan Pencak Silat

Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam cabang olahraga pencak silat di antaranya adalah kostum, pengaman tubuh (body protect), dan gelanggang atau arena yang digunakan untuk tempat berlatih dan bertanding. 

d. Sistem Peraturan Pencak Silat

Peraturan yang diterapkan dalam pertandingan pencak silat meliputi beberapa hal ketentuan bertanding, sebagai berikut: 

1. Pertandingan silat dilakukan oleh dua orang yang berhadapan sebagai lawan. Keduanya berhak melakukan pembelaan diri terhadap serangan dengan cara elakan dan tangkisan atau menangkis. Selain itu, berhak pula melakukan serangan pada lawan, pada tangan dan kaki, serta diperbolehkan melumpuhkan lawan dengan mengunci lawan. 

2. Pertandingan dilakukan dalam 3 babak, dengan waktu 2 menit dan waktu istirahat diberikan selama 1 menit setiap babaknya. 

3. Kemenangan ditentukan dengan perolehan skor terbanyak yang diberikan oleh wasit. 

4. Kemenangan dapat diraih jika lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan yang dikarenakan sakit. 

5. Anggota tubuh yang diperbolehkan untuk diserang adalah dada, punggung, perut, pinggang kiri dan kanan, serta tungkai tangan dapat dijadikan target penyerangan. 

6. Penilaian dilakukan jika serangan yang dilancarkan kaki masuk pada sasaran, berhasil mengunci lawan, berhasil menjatuhkan lawan, dan tangkisan yang dilanjutkan dengan gerakan menyerang. 

e. Ukuran dan Gambar Gelanggang Pencak Silat



Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Peralatan Dan Sistem Peraturan Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Peralatan Dan Sistem Peraturan Reviewed by Admin on August 13, 2019 Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.